Sering Lelah Bisa Jadi Tanda Kekurangan Zat Besi
Pernah merasa tubuh cepat lelah padahal aktivitas hari itu tidak terlalu banyak? Naik tangga sedikit sudah terengah-engah, sulit fokus, atau latihan yang biasanya terasa nyaman mendadak menjadi lebih berat. Kita sering menganggapnya sebagai akibat kurang tidur atau jadwal yang terlalu padat. Padahal, rasa lelah juga dapat berkaitan dengan kekurangan zat besi.

Zat besi dibutuhkan tubuh untuk membuat hemoglobin, yaitu bagian dari sel darah merah yang membantu membawa oksigen ke seluruh tubuh. Ketika persediaan zat besi terlalu rendah, tubuh dapat kesulitan menghasilkan sel darah merah yang sehat. Akibatnya, jaringan tubuh tidak mendapatkan oksigen seefisien biasanya dan kita bisa merasa lemas atau kehilangan energi.
Selain mudah lelah, kekurangan zat besi dapat menimbulkan keluhan lain seperti tubuh terasa lemah, sulit berkonsentrasi, sakit kepala, pusing, kulit tampak lebih pucat, jantung berdebar, atau napas terasa lebih pendek saat beraktivitas. Namun, keluhan tersebut tidak hanya disebabkan oleh kekurangan zat besi. Kurang tidur, stres, gangguan tiroid, kekurangan vitamin B12, infeksi, dan berbagai kondisi kesehatan lain juga dapat memberikan gejala serupa. Karena itu, jangan langsung mendiagnosis diri sendiri hanya berdasarkan rasa lelah.
Perempuan memiliki beberapa kondisi yang dapat meningkatkan risiko kekurangan zat besi. Menstruasi yang sangat banyak atau berlangsung lama dapat menyebabkan kehilangan darah lebih besar. Kebutuhan zat besi juga meningkat selama kehamilan. Pola makan yang membatasi banyak kelompok makanan, kebiasaan makan yang tidak teratur, gangguan penyerapan di saluran cerna, atau perdarahan yang tidak disadari juga perlu diperhatikan.
Jangan menganggap menstruasi yang sangat banyak sebagai sesuatu yang selalu harus ditahan. Waspadai bila kamu perlu mengganti pembalut jauh lebih sering dari biasanya, perdarahan berlangsung lebih lama, keluar gumpalan besar, atau menstruasi membuatmu sulit beraktivitas. Ceritakan kondisi tersebut kepada dokter. Penanganan tidak cukup hanya dengan menambah makanan tinggi zat besi jika sumber kehilangan darahnya belum diketahui.
Contoh sederhana untuk menu sehari-hari adalah nasi dengan tumis daging dan sayuran, tahu atau tempe dengan tumis brokoli dan tomat, atau kacang-kacangan yang disajikan bersama buah kaya vitamin C. Tidak perlu mengejar satu “superfood”. Pola makan yang beragam dan cukup lebih bermanfaat daripada hanya menambahkan satu bahan makanan sesekali.
Bagaimana dengan suplemen zat besi? Suplemen sebaiknya tidak diminum sembarangan hanya karena tubuh terasa lelah. Dosis yang tidak sesuai dapat menyebabkan mual, konstipasi, sakit perut, serta berinteraksi dengan obat tertentu. Kelebihan zat besi juga dapat berbahaya. Gunakan suplemen berdasarkan hasil pemeriksaan dan arahan tenaga kesehatan.
Saat workout, perhatikan respons tubuh. Bila muncul pusing, lemas yang tidak biasa, sesak, nyeri dada, atau jantung berdebar kuat, hentikan latihan dan beri tahu Coach. Jangan memaksakan diri demi menyelesaikan sesi. Konsistensi memang penting, tetapi mendengarkan tubuh adalah bagian dari kebiasaan sehat.
Rasa lelah bukan tanda bahwa kamu kurang berusaha. Tubuh mungkin sedang meminta istirahat, asupan yang lebih baik, atau pemeriksaan lebih lanjut. Catat kapan keluhan muncul, berapa lama berlangsung, dan apakah disertai perubahan lain. Jika rasa lelah menetap, semakin berat, mengganggu aktivitas, atau muncul bersama menstruasi yang sangat banyak, konsultasikan dengan dokter. Mengetahui penyebabnya lebih awal akan membantu kamu mendapatkan penanganan yang tepat dan kembali beraktivitas dengan lebih aman. Berikan tubuh perhatian yang sama seriusnya dengan perhatian yang kamu berikan pada seluruh tanggung jawabmu setiap hari.