Artikel & Tips
Motivasi, inspirasi, serta informasi untuk menjalankan hidup sehat


25 Mar 2021

 

Tjoa Giok Tjin: Usia Bukan Halangan Untuk Tetap Aktif dan Produktif

Tjoa Giok Tjin adalah salah seorang member Curves Indonesia yang paling senior. Ketika kebanyakan lansia lebih banyak menghabiskan waktu sehari-harinya untuk duduk dan berdiam diri, di usianya yang sudah melewati angka 80 tahun, kini Tjoa Giok Tjin justru semakin aktif dan produktif dalam berbagai kegiatan.

Sebelum bergabung dengan Curves, Tjoa Giok Tjin pun mengalami masa-masa tidak produktif dikareanakan suatu insiden.

“Dahulu saya pernah jatuh, sehingga saya tidak berolahraga lagi. Akibatnya, saya tidak memiliki cara untuk mengendalikan berat badan dan kesehatan saya.”

Saat berhenti berolahraga, Tjoa Giok Tjin merasakan langsung dampak buruknya. Ia merasa bahwa tubuhnya kurang bertenaga, cepat lelah, bahkan hingga mengalami kram. Atas dasar hal itulah, ia perlu berolahraga kembali namun tentu harus olahraga yang aman dan nyaman untuk usia dan kondisi tubuhnya.

Beruntungnya, Tjoa Giok Tjin diperkenalkan dan diajak berolahraga di Curves oleh salah seorang temannya yang sudah aktif menjadi member Curves Sunda. Pada saat itu, ia membuat janji temu dengan para coach di Curves Sunda untuk melakukan tur klub, cek kebugaran, konsultasi, dan mencoba berbagai macam mesin hidrolik Curves. Setelah itu, karena merasa cocok dan aman, ia pun akhirnya memutuskan untuk bergabung juga di Curves Sunda pada tahun 2018.

Tjoa Giok Tjin berkata “Target saya tidak muluk-muluk mengingat umur saya yang sudah senior, yang penting saya ingin bisa tampil cocok mengenakan baju apa saja, dan bisa sehat seterusnya.”

Setelah berlatih selama 12 bulan di Curves, Tjoa Giok Tjin pun merasakan dampak positif yang melampaui ekspektasinya. Ia merasakan bahwa badannya menjadi lebih fit, tidurnya pun menjadi lebih nyenyak, sesak nafas berkurang, bahkan berat badannya berkurang sebanyak 2,9 kg juga lemak tubuhnya berkurang 2,7.

“Saya gembira sekali, apalagi di Curves saya jadi memiliki teman-teman baru dan dijaga oleh para coach yang ramah dan selalu memperhatikan saya,” pungkasnya.

 

Simak kisah lainnya DI SINI.


22 Mar 2021

Apa Manfaat Olahraga Untuk Lansia?

Banyak lansia yang kesehariannya dihabiskan untuk duduk atau berbaring. Hal ini dipicu oleh anggapan bahwa lansia lebih lemah dan terkadang sudah memiliki penyakit, sehingga jangan terlalu banyak bergerak. Meski terkesan sepele, namun gaya hidup malas bergerak atau yang disebut sedentary ini, dapat memicu berbagai penyakit degeneratif, seperti penyakit hipertensi, jantung, diabetes, osteoporosis, dan olahraga.

Semakin tua umur kita, maka risiko kesehatan pun akan semakin meningkat. Maka dari itu, berusia lanjut bukan berarti diam dan tidak beraktivitas, justru lansia harus terus melatih kekuatan otot dan fleksibilitas tubuhnya agar tetap sehat dan mencegah timbulnya penyakit.

Lansia setidaknya harus berolahraga selama 30 menit per hari selama 5 hari dalam seminggu. Namun tentu saja, olahraga yang dipilih harus olahraga yang tepat dan tidak berisiko menimbulkan cedera tulang dan sendi. Salah satu olahraga yang aman untuk lansia misalnya Curves Indonesia yang mengombinasikan latihan kardio dan kekuatan otot menggunakan mesin khusus untuk wanita.

Lantas, apa saja manfaat olahraga bagi lansia? Yuk simak di bawah ini.

  1. Mengendalikan Berat Badan

Olahraga membuat energi lebih banyak dibutuhkan sehingga pembakaran di dalam tubuh lebih maksimal. Hal inilah yang mebuat lansia bisa menurunkan berat badannya atau menjaga berat badannya agar tetap ideal. Jika Anda ingin mengetahui apakah berat badan dan komposisi tubuh Anda sudah ideal atau belum, Anda bisa berkunjung ke seluruh klub Curves untuk melakukan tes kebugaran secara gratis.

  1. Meningkatkan Kesehatan Tulang dan Otot

Jika seorang wanita rutin berolahraga ketika berusia muda, kepadatan dan kekuatan tulangnya akan lebih maksimum dibandingkan dengan wanita yang tidak berolahraga. Semakin tua usia Anda, masa tulang pun akan semakin berkurang dan bisa jadi timbul pengeroposan tulang. Maka dari itu, bukan hanya pada usia muda, ketika lansia pun, Anda harus tetap berolahraga untuk menjaga kesehatan tulang, meningkatkan kekuatan otot, meningkatkan keseimbangan dan koordinasi tubuh. Jika tulang dan otot Anda sehat, anda pun akan mengurangi risiko jatuh atau patah tulang.

  1. Menjaga Kesehatan Jantung

Ketika berolahraga, sel-sel tubuh Anda membutuhkan lebih banyak oksigen untuk menghasilkan energi. Darah yang dipenuhi oksigen akan merangsang sirkulasi darah menjadi lebih lancar sehingga kinerja jantung dalam memompa darah akan lebih baik.

Selain itu, olahraga juga bisa membuat jantung lebih sehat karena olahraga mengurangi penyakit pemicu gagal jantung, seperti tekanan darah, kolesterol tinggi dan lain-lain. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa olahraga dapat menghindarkan Anda dari penyakit jantung, hipertensi dan stroke.

  1. Menurunkan Kadar Gula Darah

Tubuh kita memiliki hormon insulin yang dapat mengendalikan kadar gula darah. Hormon ini dapat bekerja lebih baik jika lansia berolahraga secara rutin. Dengan olahraga, sensitivitas hormon insulin akan meningkat, sehingga kadar gula darah lansia dapat stabil dan akan menghindarkannya dari penyakit diabetes.

  1. Meningkatkan Kualitas Tidur dan Kinerja Otak

Biasanya, lansia melakukan olahraga di pagi hari sehingga tubuhnya mendapat sinar matahari pagi yang baik untuk kesehatan tubuh dan tulang. Dengan olahraga pagi, lansia juga akan merasa lebih bugar, dan dapat mengurangi stress yang dirasakannya. Hal ini akan berdampak positif bagi kualitas tidur lansia. Dengan olahraga, lansia dapat tidur lebih teratur dan lebih nyenyak.

Olahraga juga dapat meningkatkan fungsi otak lansia. Olahraga dapat mempertajam kemampuan berpikir sehingga mengurangi risiko pikun atau demensia.

  1. Menjaga Kesehatan Mental

Banyak lansia yang mengalami stress dan mudah cemas. Hal tersebut misalnya disebabkan oleh perasaan kesepian, atau merasa kurang bugar. Hal ini dapat diatasi oleh olahraga karena olahraga terbukti dapat meningkatkan mood dan mengurangi depresi. Olahraga juga bisa menjadi media agar lansia bertemu dengan orang lain untuk memenuhi kebutuhannya untuk bersosialisasi.

Dengan olahraga, tubuh lansia akan tetap bugar, sehat, dan aktif. Maka dari itu, tak ada alasan lagi untuk tak berolahraga di usia muda hingga lansia. Jangan lupa untuk selalu memilih jenis olahraga yang aman dan nyaman ?

Salam hangat dari Curves Indonesia.

Untuk artikel lainnya simak DI SINI.


18 Mar 2021

Olahraga adalah solusi untuk menjaga dan meningkatkan kualitas kesehatan tubuh. Melalui olahraga, tubuh Anda akan menjadi bugar, Anda akan terlihat lebih fresh, juga akan terhindar dari berbagai penyakit.

Namun, jika ingin mendapatkan hasil yang baik, olahraga yang Anda lakukan tentu harus diimbangi dengan gaya hidup sehat yang harus Anda lakukan. Salah satu hal yang masih sering dipertanyakan adalah “Bolehkan makan saat sebelum dan sesudah olahraga?”

Untuk mengetahui jawabannya, simak ulasan di bawah ini.

 

Makan Sebelum Olahraga

Jika Anda menganggap bahwa olahraga dalam keadaan perut kosong adalah hal yang lebih baik dan membakar kalori lebih banyak, pastikan Anda tidak mengikutinya karena itu adalah hal yang salah karena bisa membahayakan tubuh Anda.

Mulai sekarang, Aanda harus selalu membiasakan sarapan sebelum melakukan aktivitas sehari-hari, apalagi sebelum berolahraga. Sebaiknya Anda sarapan satu sampai dua jam sebelum olahraga.

Makanan yang mengandung karbohidrat dan protein kompleks, seperti beras merah, kentang kukus, oatmeal, almond, apel, atau kenari akan menjadi pilihan terbaik. Pastikan Anda menyisakan celah di antara waktu makan dan olahraga. Satu jam sebelum berolahraga adalah waktu terbaik untuk menikmati kudapan ringan, tetapi jika Anda memutuskan untuk mengonsumsi makanan yang lebih berat, tunggulah setidaknya dua jam sebelum melakukan olahraga berikutnya.

Sarapan sehat tidak hanya membuat tubuh Anda lebih bertenaga, tetapi juga berperan untuk meningkatkan performa otak karena ikut diberi nutrisi.

 

Makan Setelah Olahraga

Dalam beberapa waktu, Anda mungkin merasa lapar setelah beraolahraga, Hal ini wajar terjadi karena olahraga cukup menguras energimu. Tapi, mungkin Anda bingung, apakah sebenarnya setelah olahraga boleh makan atau tidak? Apakah hal ini akan memengaruhi hasil olahragamu atau tidak?

Sebenarnya, makan setelah olahraga boleh dilakukan, dengan syarat Anda harus memerhatikan apa yang anda konsumsi tersebut. Hindari makanan berat dan berlemak tinggi setelah olahraga karena perutmu akan kaget. Jika Anda memang lapar, jangan sampai anda mengosongkan perut karena tubuh Anda mungkin saja memang sedang memerlukannya, misalkan karena gula darah menurun, atau dehidrasi. Anda bisa mengonsumsi air mineral serta kudapan enak dan sehat seperti roti gandum dengan selai kacang, agar-agar tanpa gula, jus buah-buahan atau sayuran, dada ayam kukus, atau salad.

Fokuslah pada tujuanmu. Percayalah, proses tidak akan menghianati hasil. Dan yakinlah bahwa “Anda luar biasa”. Ladies, selama program ini, Anda akan melihat perubahan dalam diri Anda.

 

Simak artikel lainnya DI SINI.


15 Mar 2021
  1. Gado-gado dan Karedok

Banyak orang menyatakan tidak menyukai sayuran karena rasanya  yang hambar dan dianggap tidak lezat. Salah satu solusinya adalah dengan mengolah sayuran tersebut menjadi gado-gado atau karedok.

Biasanya, salad ala Indonesia ini terdiri dari beberapa jenis sayuran seperti selada, kol, timun, dan sayuran lainnya, yang dilengkapi dengan telur rebus, tahu, dan tempe yang kemudian disiram dengan saus kacang.

Gado-gado dan karedok memiliki bahan dasar yang mirip, perbedaannya, sayuran dalam gado-gado adalah sayuran yang sudah direbus atau dikukus, sementara karedok menyajikan saryuran yang belum diolah.

 

  1. Rujak

Indonesia memiliki beragam jenis rujak. Pertama yakni rujak buah. Rujak buah tergolong makanan sehat karena terdiri atas berbagai jenis buah-buahan yang dipotong atau diserut yang disertai bumbu rujak yang menyajikan perpaduan rasa manis, pedas dan asam yang menyegarkan.

Selain rujak buah, ada pula rujak cingur. Pada awalnya makanan tradisional ini banyak ditemukan di daerah Jawa Timur, namun karena digemari banyak orang, kini rujak cingur sudah mulai menyebar ke berbagai daerah lainnya. Rujak cingur terdiri dari berbagai macam sayuran rebus, lalu ditambah bengkoang, manga muda, nanas, mentimun, lontong, dan irisan cingur atau moncong sapi, yang kemudian disiram dengan bumbu kacang.

 

  1. Pepes

Di Indonesia, khususnya Jawa Barat, terdapat beragam pepes, yakni pepes ayam, pepes ikan, pepes tahu, pepes jamur, dan sebagainya. Makanan tradisional ini disebut sehat karena mengandung protein tinggi, menggunakan bumbu yang terdiri dari berbagai jenis rempah-rempah, dibungkus dengan daun pisang, dan diolah dengan cara dikukus.

 

  1. Urap

Urap adalah perpaduan berbagai jenis sayuran seperti bayam, kangkong, daun singkong, daun papaya muda, kubis, taoge dan kacang panjang, yang dipotong dan direbus atau dikukus yang dicampur dengan kelapa parut dan dibumbui dengan berbagai jenis rempah-rempah. Urap biasanya disajikan sebagai makanan pendamping dalam  tumpeng, maka dari itu, dalam penyajiannya, urap sama sekali tidak mengandung daging. Dengan demikian, urap dapat menjadi salah satu menu pilihan makanan vegetarian.

 

  1. Sayur Asem

Sayur asem mengandung banyak sayuran yakni jagung, kacang tanah, kacang panjang, labu, dan melinjo. Sayur asem juga  tidak melalui proses penggorengan, dan rendah kalori. Dengan demikian, kedua makanan ini memberikan efek yang baik bagi tubuh, seperti memenuhi nutrisi harian dan melancarkan pencernaan.

 

Itulah beberapa dari sekian banyaknya makanan tradisional Indonesia yang sehat dan bergizi.

 

Simak artikel lainnya DI SINI. 


12 Mar 2021

Setiap hari kita mengeluarkan keringat. Apalagi ketika memakan makanan pedas, berada di tempat yang panas, atau ketika berolahraga, keringat pasti diproduksi lebih banyak. Bagi Sebagian orang, hal tersebut terkadang membuat tidak nyaman. Namun, walaupun demikian, ternyata keringat berperan penting untuk tubuh kita. Apa saja manfaat keringat bagi tubuh? Simak ulasannya di bawah ini.

 

  1. Mendinginkan Tubuh Ketika Suhu Sekitar Meningkat

    Suhu tubuh harus tetap seimbang. Tubuh yang terlalu panas akan berakibat tidak baik bagi kinerja otak. Maka dari itu, ketika suhu tubuh kita panas, maka tubuh kita akan merespon dengan mengeluarkan keringat.

Berkeringat adalah cara tubuh untuk mendinginkan suhunya. Dengan mengeluarkan keringat, tubuh akan menyesuaikan suhunya dengan kondisi lingkungan sekitar sehingga suhu tubuh normal kembali agar otak bisa bekerja dengan maksimal.

 

  1. Membersihkan Pori-Pori Dan Mempercantik Kulit

    Pori-pori yang tersumbat seringkali menimbulkan komedo, jerawat, bahkan infeksi kulit. Maka dari itu, pori-pori harus dibersihkan. Salah satu caranya adalah dengan bantuan keringat.

Salah satu manfaat keringat adalah membuka dan membersihkan pori-pori. Ketika kita berkeringat, kelenjar keringat akan memproduksi banyak keringat yang keluar melalui pori-pori kulit. Maka dari itu, kotoran yang tersangkut dalam kulit ikut keluar bersama dengan keluarnya keringat. Dengan demikian, pori-pori kulit menjadi bersih, dan kulit menjadi lebih sehat dan bersinar.

 

  1. Meredakan Stress Dan Mendorong Hormon Bahagia

    Olahraga dipercaya dapat membantu mengatasi stress. Ternyata hal itu itu berhubungan juga dengan keluarnya keringat dari dalam tubuh kita ketika sedang melakukan aktivitas fisik.

Ketika tubuh kita berkeringat (yang biasanya terjadi saat dan setelah berolahraga), maka akan mendorong produksi hormon bahagia.

Gerak badan akan meningkatkan hormon endorfin yang membuat tubuh menjadi nyaman. Hormon tersebut dilepaskan oleh tubuh saat melakukan suatu aktivitas fisik. Hormon tersebut dapat memperbaiki suasana hati dan menurunkan stres secara alami.

 

  1. Mengeluarkan Racun/Membantu Proses Detox

Selama 24 jam, tubuh kita bekerja mencerna berbagai nutrisi yang kita konsumsi. Beberapa kandungan di dalamnya, tidak digunakan, tidak diperlukan, bahkan dapat berbahaya bagi tubuh sehingga perlu dikeluarkan.

Saat berkeringat, racun dari dalam ginjal, usus, hati, dan organ vital lainnya akan dibersihkan. Dengan demikian, keringat juga dapat dijadikan media untuk memantau racun yang terkandung di dalam tubuh.

Contoh zat yang tidak diperlukan dan harus dikeluarkan adalah ammonia dan urea yang terbentuk akibat proses pemecahan protein. Adapun zat racun dalam tubuh, misalnya alkohol, kolesterol, dan garam.

Salah satu penyakit yang dapat dicegah oleh pengeluaran keringat dari dalam tubuh adalah batu ginjal. Hal itu dikarenakan garam yang dikeluarkan melalui keringat, serta kalsium yang dipertahankan pada tulang. Dengan berkeringat, akumulasi garam dan kalsium dalam ginjal dan urine sebagai penyebab batu ginjal, akan dibatasi.

 

  1. Membantu Proses Hidrasi Dan Menyeimbangkan Cairan Tubuh

Berkeringat dapat membantu proses hidrasi untuk menyeimbangkan cairan tubuh. Sama seperti buang air kecil, berkeringat juga membuatmu menjadi haus sebagai penanda tubuhmu harus diberi asupan cairan. Dengan demikian, berkeringat dapat dikatakan sebagai salah satu faktor penentu yang membuat proses hidrasi tubuh menjadi lancar.

Ternyata keringat memberikan banyak manfaat. Selain lima hal di atas, keringat juga dapat meningkatkan metabolisme tubuh, meningkatkan sirkulasi darah, dan membuat tidur lebih nyenyak.

 

Jadi, mari olahraga dan jangan takut berkeringat ya ?

 

Silahkan simak artikel lainnya DI SINI.