Artikel & Tips
Motivasi, inspirasi, serta informasi untuk menjalankan hidup sehat


04 Nov 2021

Serangan jantung adalah gangguan serius yang disebabkan oleh terhambatnya aliran darah ke otot jantung. Hal tersebut bisa merusak bahkan menghancurkan otot jantung, dan akan mengganggu fungsi jantung untuk mengalirkan darah ke seluruh tubuh. Karena bisa berakibat fatal, penyakit jantung dikategorikan sebagai penyakit serius.

Dengan demikian, jika seseorang mengalami serangan jantung, ia harus segera dibawa ke rumah sakit untuk segera mendapat penanganan yang tepat. Kemudian, alangkah lebih baiknya, jika Anda bisa mengetahui gejala serangan jantung, dan cara mencegah terjadinya serangan jantung.Yuk simak ulasannya di bawah ini!

 

Gejala Serangan Jantung

Beberapa gejala serangan jantung yang perlu diwaspadai yakni:

  • Nyeri dada atau ditambah nyeri di beberapa bagian tubuh lainnya

Serangan jantung biasanya ditandai dengan rasa tidak nyaman atau sakit (seperti ditekan atau tertekan) pada dada bagian tengah atau kiri. Hal ini biasanya berlangsung selama beberapa menit kemudian menghilang. Selain nyeri pada dada, dalam beberapa kasus juga bisa terjadi rasa tidak nyaman atau nyeri pada bagian tubuh lainnya seperti rahang, leher, dan punggung.

  • Keringat dingin, pusing, kelelahan, dan pingsan

Serangan jantung biasanya juga ditandai dengan keringat dingin, lalu disusul oleh rasa pusing, kelelahan, hingga pingsan.

  • Sesak napas atau napas terasa berat

Gejala lain dari serangan jantung yakni mengalami sesak napas atau napas terasa berat.

Walaupun demikian, ada juga serangan jantung yang tidak ditandai dengan gejala-gejala di atas, bahkan ada pula yang tidak memiliki gejala sama-sekali. Maka dari itu, lebih baik Anda melakukan pencegahan sejak dini untuk mengurangi risiko terkena serangan jantung.

 

Cara Mencegah Serangan Jantung

Sebenarnya, serangan jantung dapat dicegah melalui berbagai hal, yakni:

  • Menjaga berat badan atau mengurangi penumpukan lemak di berbagai bagian tubuh seperti perut, dll
  • Memperbanyak konsumsi serat dan lemak tak jenuh
  • Mencegah atau mengobati penyakit hipertensi dan diabetes
  • Berhenti merokok dan berhenti meminum minuman beralkohol
  • Mengelola stress dan menjaga tekanan darah
  • Berolahraga secara teratur

 

Sehat Bersama Curves Indonesia

Anda dapat menjalani gaya hidup sehat secara menyenangkan dan jangka panjang bersama Curves Indonesia. Curves merupakan tempat olahraga khusus wanita yang menerapkan gabungan latihan kardiovaskuler dan kekuatan otot secara aman dan efektif hanya 30 menit. Selama latihan, Anda pun akan didampingi oleh coach tanpa tambahan biaya lagi. Selain mendampingi saat latihan, para coach pun akan membantu memantau kondisi dan perkembangan Anda serta membantu Anda meraih goals Anda secara menyenangkan ?

Khusus bulan November, Anda akan mendapatkan DISKON 47% dan GRATIS gloves+cooling towel !!!!


21 Oct 2021

Apa itu Pap Smear?

Kanker serviks sangat berbahaya dan bisa menyebabkan kematian. Di Indonesia, kasus kematian akibat kanker serviks menduduki peringkat kedua setelah kanker payudara. Namun, kabar baiknya, penyakit ini dapat disembuhkan bila terdeteksi dan ditangani secara dini.

Salah satu cara deteksi dini kanker serviks adalah dengan Pap Smear. Pap Smear adalah prosedur untuk mendeteksi kelainan pada sel atau jaringan di serviks yang mengarah ke kanker serviks. Prosedur ini dilakukan dengan mengambil sampel jaringan serviks atau leher rahim guna memeriksa kondisi sel-sel serviks di laboratorium.

 

Siapa saja yang memerlukan Pap Smear?

Pap Smear pada dasarnya perlu dilakukan oleh wanita, khususnya yang sudah berusia 21 tahun atau sudah aktif berhubungan seksual.

Untuk wanita berusia 21–29 tahun, pemeriksaan pap smear sebaiknya dilakukan secara rutin setiap 3-5 tahun sekal, tergantung pada riwayat penyakit dan usia Anda. Sedangkan, bagi wanita yang berusia 30–65 tahun dapat menjalani pap smear sekaligus pemeriksaan HPV rutin setiap 5 tahun sekali. Kemudian, Wanita berusia 65 tahun ke atas umumnya tidak perlu melakukan pemeriksaan pap smear jika hasil pemeriksaan pap smear sebelumnya normal atau tidak memiliki keluhan yang patut dicurigai sebagai kanker serviks.

 

Bagaimana prosedur Pap Smear?

Pap Smear perlu dilakukan setelah konsultasi kepada dokter agar dilakukan secara tepat dan akurat. Hal tersebut disebabkan karena terdapat beberapa prosedur yang harus dilakukan, yakni: Pap Smear sebaiknya tidak dilakukan ketika Anda sedang menstruasi karena dapat mengurangi keakuratan hasil pemeriksaan. Anda dianjurkan melakukan Pap Smear setidaknya 5 hari setelah menstruasi selesai. Selain itu, dua hari sebelum Pap Smear dilakukan, Anda juga dianjurkan untuk tidak berhubungan seks, menggunakan cairan pembersih vagina, menggunakan tampon, atau obat-obatan.

Ketika sudah siap di waktu yang tepat, barulah Anda bisa menjalankan pemeriksaan Pap Smear sekitar 10-20 menit. Prosedur ini dapat menimbulkan rasa tidak nyaman dan rasa sakit, namun sifatnya hanya ringan dan sementara. Setelah itu, hasil pemeriksaan pun dapat diterima selama beberapa hari hingga 2 minggu.

Jika hasil pemeriksaan positif, maka Anda pun biasanya akan disarankan untuk melakukan pemeriksaan lanjutan dengan koloskopi yakni pemeriksaan jaringan leher Rahim, vagina, dan vulva menggunakan koloskop (kaca pembesar khusus).

 

Apakah Pap Smear aman dilakukan?

Pada dasarnya, Pap Smear adalah metode pemeriksaan yang aman dan penting dilakukan. Dengan menjalani pap smear secara rutin, kondisi leher rahim Anda dapat dipantau dan kanker serviks pun dapat terdeteksi sejak dini. Dan perlu diingat bahwa semakin cepat kanker serviks ditangani, semakin tinggi pula peluang kesembuhannya.

 

Bagaimana cara mencegah kanker serviks?

Selain melakukan pemeriksaan secara rutin, risiko terkena kanker serviks pun bisa dikurangi dengan menjalankan gaya hidup sehat. Kabar baiknya, kini Curves telah hadir di berbagai kota di Indonesia dan siap membantu seluruh wanita untuk menjalani gaya hidup sehat secara menyenangkan dan jangka panjang.

Curves dirancang khusus untuk wanita dengan menerapkan gabungan latihan kardiovaskuler dan kekuatan otot secara aman dan efektif hanya 30 menit. Selama latihan, Anda pun akan didampingi oleh coach tanpa tambahan biaya lagi. Selain mendampingi saat latihan, para coach pun akan membantu memantau kondisi dan perkembangan Anda serta membantu Anda meraih goals Anda secara menyenangkan ?

Yuk daftar sekarang! Kirim Nama+No HP+Klub Terdekat ke Instagram Curves Indonesia!


15 Oct 2021

Kanker adalah penyakit yang terajdi pada jaringan atau organ akibat sel abnormal yang tumbuh tidak terkontrol. Kanker merupakan penyakit yang banyak terjadi di seluruh dunia dan menjadi salah satu penyebab utama kematian di berbagai negara.

Di antara berbagai jenis kanker, ternyata ada beberapa jenis di antaranya yang berisiko atau lebih berisiko terjadi pada wanita. Menurut WHO tahun 2018, satu dari enam wanita bahkan berpeluang mengidap kanker dalam hidup mereka.

Apa saja listnya? Yuk simak ulasan di bawah ini.

 

  1. Kanker Payudara

Kanker payudara adalah kanker yang paling umum terjadi pada wanita di seluruh dunia. Tahun 2018 saja, total kasus baru kanker payudara mencapai 25,4 persen dari total kasus kanker baru yang terdiagnosis.

Hal yang harus dilakukan untuk deteksi dini penyakit ini adalah dengan SADARI atau Pemeriksaan Payudara Sendiri. Selain itu, test terbaik yang bisa dilakukan sejak dini adalah mammogram. Para ahli bahkan merekomendasikan menjalani mammogram setiap dua tahun sekali jika sudah berusia 50 hingga 74 tahun serta memiliki risiko terkena kanker payudara.

Lakukanlah SADARI dan jika perlu lengkapi dengan mammogram, karena deteksi dini sangat penting dilakukan untuk meningkatkan potensi kesembuhan pasien.

 

  1. Kanker Serviks

Kanker serviks atau kanker leher rahim berada di peringkat kedua jenis kanker yang sering menyerang wanita di Indonesia. Kemudian menurut WHO, kanker ini berada di urutan ke-4 dari semua jenis kanker yang menyerang wanita di dunia.

Kanker ini disebabkan oleh faktor risiko dari infeksi kronis jenis human papillomavirus (HPV). Anda bisa tertular HPV melalui kontak dari kulit ke kulit yang intim seperti hubungan seks dengan orang yang memiliki virus tersebut. Selain itu, terdapat pula faktor risiko lainnya termasuk sistem kekebalan tubuh yang lemah, kelebihan berat badan, dan merokok. Gejala paling umum kanker ini adalah mengalami keputihan berlebih yang bercampur dengan darah.

Untuk membantu mencegah kanker serviks atau menemukannya sejak dini, Anda perlu menjalani test skrining, di antaranya yakni Pap atau Pap Smear, dan Test HPV. Pap Smear adalah mencari perubahan sel pada serviks yang mungkin menjadi kanker serviks jika tidak ditangani dengan tepat, sedangkan tes HPV adalah mencari human papillomavirus yang dapat menyebabkan perubahan sel.

Pap Smear perlu dilakukan secara teratur jika Anda berusia 21 hingga 29 tahun dan aktif secara seksual. Sedangkan tes HPV atau keduanya direkomendasikan untuk dilakukan bagi Anda yang berusia 30 hingga 65 tahun. Kemudian jika Anda berusia labih dari 65 tahun dan memiliki hasil tes skrining yang normal, mungkin Anda tidak perlu melakukan tes lagi selama beberapa tahun.

 

  1. Kanker Ovarium

Ovarium adalah salah satu organ reproduksi pada wanita yang terletak di area perut bawah dan terhubung langsung dengan rahim. Organ ini beurkuran sebesar biji kenari yang berfungsi memproduksi sel telur setiap bulan dari masa pubertas hingga menopause, dan memproduksi hormon yakni estrogen dan progesteron.

Ovarium berisiko terkena penyakit, di antaranya yakni kanker. Kanker ovarium sering menyerang wanita di usia tua dan mencapai usia menopause. Walaupun begitu, bukan berarti wanita muda tidak berisiko terkena penyakit ini.

Beberapa gejala kanker ovarium yakni sering merasa kembung, perut bengkak, nyeri perut dan perut bagian bawah, tidak nafsu makan, cepat merasa kenyang saat makan, sering ingin buang air kecil, berat badan menurun drastis, perubahan siklus haid, dan merasa tidak nyaman di bagian panggul. Gejala-gejala tersebut seringkali diabaikan karena tidak khas, maka untuk mendeteksi penyakit ini secara pasti, diperlukan pemeriksaan yang lebih lanjut.

 

Cegah Risiko Terkena Kanker Sejak Dini

Kanker disebabkan oleh berbagai hal, yakni usia, riwayat keluarga (terdapat keluarga yang terkena kanker), kondisi kesehatan, lingkungan (misalnya paparan bahan kimia, dan lain-lain) dan gaya hidup.

Hal yang harus digarisbawahi adalah sepertiga kematian akibat kanker berhubungan dengan lima kebiasaan gaya hidup dan pola makan, yakni obesitas, diet rendah sayur dan buah, konsumsi tembakau, konsumsi alkohol, dan kurangnya aktivitas fisik. Atas dasar hal tersebut, Anda direkomendasikan untuk mengubah pola hidup menjadi lebih baik sejak dini.

Hal tersebut bisa diwujudkan dengan bantuan Curves Indonesia. Curves merupakan tempat olahraga khusus wanita yang menerapkan gabungan latihan kardiovaskuler dan kekuatan otot secara aman dan efektif hanya 30 menit. Selama latihan, Anda pun akan didampingi oleh coach tanpa tambahan biaya lagi. Selain mendampingi saat latihan, para coach pun akan membantu memantau kondisi dan perkembangan Anda serta membantu Anda meraih goals Anda secara menyenangkan ?


12 Oct 2021

Yuk kenali kanker payudara!

Kanker payudara seringkali berakibat fatal. Hal tersebut disebabkan karena penyakit ini seringkali tidak terdeteksi sejak dini. Sel kanker membelah dengan cepat dan sulit dikontrol serta bisa menyebar ke jaringan di sekitarnya.

Namun, sangat disayangkan bahwa banyak penderita kanker payudara yang baru menyadari penyakitnya setelah berada di stadium lanjut. Hal itu sebagaimana diungkapkan oleh Yayasan Kanker Payudara Indonesia bahwa sekitar 70 persen penderita kanker payudara berkunjung ke dokter atau rumah sakit pada stadium lanjut. Padahal jika penyakit ini dapat terdeteksi sejak dini, tingkat keberhasilan pengobatannya pun akan semakin tinggi.

Maka dari itu, Anda sangat disarankan untuk rajin melakukan SADARI atau Pemeriksaan Payudara Sendiri. Hal ini membuat Anda dapat mengenali tekstur jaringan payudara sendiri yang kemudian membuat Anda dapat segera mengetahui jika terdapat kejanggalan pada payudara, dan bisa cepat memeriksakan diri ke dokter untuk mendapat pemeriksaan lanjutan.

Anda disarankan setidaknya melakukan SADARI sebanyak sebulan sekali pada saat seminggu setelah menstruasi berakhir.

 

Bagaimana cara melakukan SADARI?

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia menyarankan “Enam Langkah SADARI untuk Deteksi Dini Kanker Payudara”, yakni:

  1. Berdiri tegak. Amati bila ada perubahan pada warna, tekstur, ukuran, bentuk payudara dan puting.
  2. Angkat kedua lengan ke atas, lalu tekuk siku dan posisikan tangan di belakang kepala. Setelah itu, doronglah siku ke depan dan amati payudara. Lalu, dorong siku ke belakang dan amati payudara.
  3. Posisikan kedua tangan pada pinggang, lalu condongkan bahu ke depan sehingga payudara menggantung. Kemudian, dorong kedua siku ke depan, lalu kencangkan otot dada.
  4. Angkat lengan kiri ke atas, dan tekuk siku sehingga tangan kiri memegang bagian atas punggung. Raba dan tekan area payudara menggunakan ujung jari tangan kanan, lalu amati seluruh bagian payudara kiri hingga ke area ketiak. Lakukan gerakan atas-bawah, gerakan lingkaran dan gerakan lurus dari arah tepi payudara ke puting, dan sebaliknya. Ulangi gerakan yang sama pada payudara kanan.
  5. Cubit kedua puting. Amati apakah ada cairan yang keluar dari puting.
  6. Pada posisi berbaring, letakkan bantal di bawah pundak kanan. Angkat lengan ke atas. Amati payudara kanan dan lakukan tiga pola gerakan seperti sebelumnya. Dengan menggunakan ujung jari-jari, tekan-tekan seluruh bagian payudara hingga ke sekitar ketiak.

Bagaimana, mudah bukan? 🙂

 

Bagaimana kondisi payudara yang harus diwaspadai?

Ciri kanker payudara yang paling khas adalah timbulnya benjolan di daerah payudara. Jika Anda memiliki benjolan di payudara, periksalah bagaimana tekstur dan rasanya. Biasanya, benjolan yang dicurigai sebagai kanker bertekstur keras, padat, memiliki batas yang tidak jelas, memiliki permukaan yang tidak rata, dan tidak menimbulkan rasa nyeri. Rasa tidak nyeri inilah yang biasanya membuat para penderita kanker terlambat menyadari atau menganggap enteng benjolan yang ada di payudara.

Selain itu, perhatikanlah apakah payudara dan puting Anda mengalami perubahan bentuk, tampilan dan ukuran? Waspadalah jika kulit payudara berubah menjadi kemerahan atau seperti kulit jeruk, puting mengalami lecet yang tidak kunjung sembuh, puting masuk ke dalam, puting mengeluarkan darah atau cairan berwarna, mengalami pembengkakan kelenjar getah bening di sekitar ketiak. Jika mengalami ciri-ciri tersebut, Anda disarankan untuk segera memeriksakan diri ke dokter untuk mendapat diagnosis dan mendapatkan penanganan yang tepat sesuai dengan kondisi Anda.

Selalu ingat bahwa, pemeriksaan dini memungkinkan peluang kesembuhan yang semakin besar.

 

Bagaimana cara menurunkan risiko terkana kanker payudara?

Hal utama yang dapat dilakukan untuk menurunkan risiko terkena kanker payudara dan penyakit kanker secara umum lainnya adalah dengan menerapkan gaya hidup sehat. Beberapa yang dapat dilakukan yakni:

  1. Konsumsi makanan sehat dan seimbang
  2. Berhenti merokok dan minum alkohol
  3. Diet sehat dengan didampingi professional
  4. Menjaga berat badan ideal
  5. Olahraga teratur

Penerapan gaya hidup sehat pun dapat dilakukan bersama Curves Indonesia. Curves merupakan tempat olahraga khusus wanita yang menerapkan gabungan latihan kardiovaskuler dan kekuatan otot secara aman dan efektif hanya 30 menit. Selama latihan, Anda pun akan didampingi oleh coach tanpa tambahan biaya lagi. Selain mendampingi saat latihan, para coach pun akan membantu memantau kondisi dan perkembangan Anda serta membantu Anda meraih goals Anda secara menyenangkan ?

Segera kirimkan Nama+No HP+Klub Terdekat ke Instagram @curvesindonesia !!!


05 Oct 2021

Apa itu kanker payudara?

Kanker payudara adalah salah satu jenis kanker yang mayoritas dialami oleh kaum perempuan. Penyakit ini adalah penyakit yang banyak terjadi di Indonesia bahkan di dunia. Berdasarkan data Global Cancer Observatory (2018) yang dirilis oleh WHO, kanker payudara dan kanker paru-paru menempati posisi tertinggi untuk penambahan jumlah kasus terbanyak, yakni sekitar 2,1 juta orang di dunia. Yayasan Kanker Payudara Indonesia pun memperkirakan bahwa 10 dari 10.000 penduduk Indonesia mengalami kanker payudara.

Seperti namanya, kanker payudara adalah penyakit kanker yang menyerang jaringan payudara misalnya lobulus (kelenjar penghasil air susu), duktus (saluran keluar air susu), bersama dengan jaringan penunjang lainnya misalnya jaringan lemak. Hingga saat ini, penyebab kanker payudara belum diketahui secara pasti. Yang dapat diketahui adalah bahwa penyakit ini muncul karena adanya kerusakan sel, perubahan sifat genetik pada jaringan payudara atau adanya pertumbuhan sel-sel yang abnormal (tidak terkontrol) di dalam payudara.

 

Apa ciri awal kanker payudara?

Karena wanita cukup berisiko terkena penyakit ini, maka sebaiknya para wanita mengetahui pengetahuan dasar tentang kanker payudara dan bisa menyadari jika terjadi perubahan pada payudara. Beberapa ciri kondisi payudara yang patut diwaspadai adalah munculnya benjolan di payudara atau ketiak, warna kulit payudara berubah, dan puting terasa sakit. Jika Anda mengalami hal tersebut, sebaiknya Anda segera memeriksakan kondisi Anda untuk memastikan apakah hal tersebut berbahaya (ciri kanker payudara) atau tidak. Jangan takut memeriksakan diri, karena semakin cepat penyakit ini terdeteksi, maka semakin tinggi pula keberhasilan pengobatannya.

 

Apa test yang perlu dilakukan?

Beberapa test yang mungkin perlu dijalani bersama dokter di antaranya pemeriksaan fisik (payudara, ketiak, dada, dan daerah leher), tes mamografi, pemeriksaan ultrasonografi payudara, biopsi payudara, MRI payudara, atau beberapa tes lain yang diperlukan sesuai dengan kondisi.

 

Apa penyebab kanker payudara dan bagaimana cara mencegahnya?

Perlu diingat bahwa walaupun penyebab kanker payudara belum diketahui secara pasti, namun risiko terkena kanker payudara dapat didorong oleh gaya hidup yang tidak sehat, gangguan hormon, faktor keturunan, obesitas dan lain-lain. Maka dari itu, untuk mengurangi risiko terkena kanker, Anda sangat dianjurkan untuk menjaga pola makan dan menjalani gaya hidup sehat.

 

Curves Indonesia
Konsultasi gratis bersama coach Curves Indonesia, fitness khusus wanita

Bulan Oktober adalah Bulan Peduli Kanker Payudara Sedunia. Di momen ini, mari kita tingkatkan literasi tentang kanker payudara, saling menyebarkan ilmu pengetahuan tentang kanker payudara, dan bersama-sama mendukung para penderita kanker payudara agar tetap semangat dan dapat sembuh.

Anda pun dapat menjalani gaya hidup sehat secara menyenangkan dan jangka panjang bersama Curves Indonesia. Curves merupakan tempat olahraga khusus wanita yang menerapkan gabungan latihan kardiovaskuler dan kekuatan otot secara aman dan efektif hanya 30 menit. Selama latihan, Anda pun akan didampingi oleh coach tanpa tambahan biaya lagi. Selain mendampingi saat latihan, para coach pun akan membantu memantau kondisi dan perkembangan Anda serta membantu Anda meraih goals Anda secara menyenangkan ?

 

You beat cancer by how you live, why you live, and in the manner in which you live. (mengalahkan kanker dengan cara Anda hidup, mengapa Anda hidup, dan cara Anda hidup) – Stuart Scott

Jalani hidup Anda dengan cara Anda sendiri, bukan kanker.