Bahaya Gorengan yang Perlu Kamu Ketahui


Ardina Lukita WriterArdina Lukita Writer, 03 Nov 2022

Kita sadar bahwa konsumsi makanan yang digoreng cukup sering di temukan di Indonesia bahkan menjadi favorit banyak orang. Restoran dan penjual di pinggir jalan kerap memakai metode ini sebagai cara cepat dan murah dalam memasak. Apalagi teksturnya yang renyah dan citra rasanya yang gurih membuat gorengan lebih enak dibandingkan diproses dengan teknik memasak lain.

Segala jenis makanan yang digoreng memiliki lemak dan kalori yang lebih tinggi dibandingkan makanan yang dimasak dengan teknik lain. Ketika digoreng, makanan akan kehilangan air dan menyerap lemak sehingga kalorinya melonjak. Selain itu, makanan digoreng juga megandung banyak lemak trans, lemak yang terbentuk saat minyak menjadi lemak padat dan berkaitan dengan berbagai penyakit kronis.

Curves sangat peduli pada kesehatan wanita, sehingga kamu kamu perlu tahu bahaya yang disebabkan olah makanan yang digoreng. Beberapa efek samping terlalu banyak makan gorengan adalah naiknya kadar kolesterol jahat, tekanan darah, hingga meningkatkan risiko obesitas. Risiko lain yang penting untuk kamu perhatikan adalah:

  • Meningkatkan risiko penyakit jantung
    Orang yang kerap makan gorengan memiliki risiko terkena serangan jantung, jantung coroner, dan gagal jantung lebih tinggi. Gorengan yang cenderung memiliki kalori tinggi mengandung banyak lemak trans, dan bisa menyebabkan kadar kolestrol jahat melonjak. Kada kolestrol tinggi akan membuat lemak menumpuk pada dinding pembuluh darah arteri jantung.

 

  • Menyebabkan kelebihan berat badan
    Gorengan mengandung kalori tinggi. Semakin tinggi asupan kalori harian seseorang, semakin tinggi pula risiko seseorang mengalami obesitas. Selain itu, kandungan lemak trans dalam makanan yang digoreng juga memengaruhi kerja hormon yang dapat meningkatkan nafsu makan dan menambah penyimpanan lemak.

 

  • Meningkatkan risiko diabetes
    Makanan yang digoreng biasanya dilapisi tepung. Makanan yang diolah seperti ini akan lebih tinggi kalori dan mengandung lebih banyak karbohidrat sederhana dan lemak tidak sehat. Terlalu banyak lemak dalam makanan tidak hanya dapat menyebabkan penambahan berat badan, tetapi juga meningkatkan risiko terjadinya diabetes.

    Mungkin ada beberapa upaya yang bisa dilakukan untuk menghindari bahaya makanan gorengan seperti mengganti minyak goring yang biasa digunakan dengan jenis minyak yang lebih sehat, perhatikan suhu ketika menggoreng makanan, atau coba teknik memasak lain seperti memanggang.

    Selain upaya-upaya tersebut, imbangi pola hidup dengan berolahraga karena olahraga mampu membakar lemak jahat. Olahraga akan merangsang enzim yang membantu mengeluarkan kolestrol jahat. Tidak ada kata terlambat untuk kamu memulai untuk hidup lebih sehat. Segera daftarkan dirimu untuk analisis GRATIS dan ikuti program-program seru di Curves!