Alternatif Pemanis Alami yang Lezat dan Sehat


Nada Fillyaninda WriterNada Fillyaninda Writer, 18 Jan 2024

Meskipun sesekali menikmati makanan manis adalah wajar, asupan gula berlebih dapat menyebabkan kondisi kesehatan yang merugikan, seperti obesitas, peradangan, dan sindrom metabolik.1 Dengan pasokan makanan yang kaya gula tambahan, beralih ke alternatif lebih sehat seperti pemanis alami bisa menjadi cara baik untuk mengelola asupan gula tambahan. Berbeda dengan pemanis buatan buatan, pemanis alami ditemukan secara alami, umumnya rendah kalori dan fruktosa, namun tetap dapat memiliki rasa manis. Meski begitu, beberapa pemanis alami lebih baik untuk kesehatan Anda dibanding yang lain. Beberapa lebih tinggi kalori dibanding gula rafinasi, dan yang lain mungkin menyebabkan iritasi saluran pencernaan.

Gula telah menjadi bagian tak terpisahkan dari banyak hidangan dan minuman dalam kehidupan sehari-hari. Namun, dengan meningkatnya kesadaran akan risiko kesehatan yang terkait dengan konsumsi gula berlebihan, banyak individu mencari alternatif pemanis yang lebih sehat. Kali ini kita akan menjelajahi berbagai alternatif pemanis selain gula, yang tidak hanya menyajikan rasa manis, tetapi juga membawa manfaat kesehatan yang beragam. Berikut penjelasan ilmiah di balik pengganti gula ini, dan mana yang terbaik untuk kesehatan Anda.

  1. Buah Buah segar seperti pisang, berry, dan kurma secara alami manis dan kaya akan nutrisi penting yang mendukung kesehatan secara keseluruhan. Serat dalam buah membantu melambatkan penyerapan gula dalam tubuh, membantu mengatur kadar gula darah.

    Buah bisa digunakan sebagai topping untuk yogurt, dicampur dalam smoothie, dan ditambahkan ke adonan kue. Menggunakan buah sebagai pemanis alami dapat meningkatkan profil rasa hidangan tanpa menambah kalori kosong dan bahan tambahan buatan.

  2. Ekstrak Buah Sirsak (Monk Fruit) Buah sirsak adalah buah kecil bulat yang dipanen dari tanaman Siraitia grosvenorii, asli Asia Tenggara. Sudah digunakan dalam pengobatan tradisional China selama berabad-abad, namun baru-baru ini FDA AS menyetujui ekstrak buah sirsak sebagai pemanis alternatif.3 Buah sirsak mengandung gula alami seperti glukosa dan fruktosa, tetapi keberadaan manis intensitas tinggi berasal dari mogrosida, senyawa yang 200–350 kali lebih manis daripada sukrosa.

    Selama proses pengolahan, kulit dan biji buah dihilangkan sehingga jusnya dapat dikumpulkan dan dikeringkan menjadi bubuk konsentrat. Meskipun merupakan pemanis tanpa kalori, ekstrak buah sirsak sekitar 300 kali lebih manis daripada sukrosa.4 Selain rasa manisnya, mogrosida juga memiliki kemampuan antioksidan dengan potensi anti-kanker.5

  3. Madu Murni Madu murni adalah pemanis alami yang dihasilkan oleh lebah dari nektar tanaman berbunga. Madu sedikit lebih manis daripada gula pasir, artinya Anda bisa menggunakan jumlah yang lebih sedikit untuk mendapatkan rasa manis yang sama.

    Madu mentah tanpa dipasteurisasi terutama terdiri dari fruktosa dan glukosa, tetapi juga mengandung jumlah kecil vitamin dan mineral. Madu mentah mengandung jejak vitamin B, zat besi, kalium, dan mangan.7 Namun, manfaat kesehatan utama dari mengonsumsi madu mentah, tanpa dipasteurisasi, mungkin terletak pada sifat antimikroba dan antioksidannya. Kelebihan manis alaminya dapat memuaskan keinginan gula sambil melindungi tubuh dari stres oksidatif dan peradangan.

  4. Sirup Maple Murni Sirup maple dibuat menggunakan cairan atau getah dari pohon maple. Lubang dibor dengan hati-hati ke pohon maple, dan saat getah keluar, ditampung dalam wadah. Kemudian, getah direbus hingga sebagian besar air menguap, meninggalkan sirup kental, lengket, berkalori. Setelah disaring untuk menghilangkan kotoran, siap untuk menambah manis pada berbagai hidangan.

    Meskipun kalori sirup maple murni mungkin sebanding dengan gula pasir, dianggap sebagai alternatif yang diutamakan karena kandungan nutrisinya. Sirup maple murni mengandung antioksidan dan banyak mineral penting seperti mangan dan seng. Meskipun demikian, tidak semua sirup maple diciptakan sama. Warna sirup akan bervariasi tergantung kapan dipanen, tetapi beberapa produk komersial mungkin mengandung jumlah signifikan sirup jagung dengan kandungan fruktosa tinggi. Bacalah label nutrisi dengan cermat.

  5. Gula Kelapa Gula kelapa telah menjadi populer dalam beberapa tahun terakhir sebagai alternatif yang lebih alami dan tidak diproses daripada gula biasa. Gula kelapa memiliki indeks glikemik yang lebih rendah dibandingkan gula, artinya dampaknya pada kadar glukosa darah lebih rendah.

    Gula kelapa dibuat dari mendidihkan air nira pohon kelapa, dan gula yang dihasilkan mempertahankan banyak nutrisi dari nira. Gula kelapa mengandung kalium, zat besi, seng, dan kalsium. Plus, rasanya mirip dengan gula biasa, membuatnya mudah digunakan sebagai pengganti di resep-resep favorit.

  6. Blackstrap Molasses Blackstrap molasses adalah sirup kental yang dibuat dari pengolahan tebu. Dengan profil nutrisi yang kaya, ini dapat dianggap sebagai alternatif alami yang sehat untuk gula biasa. Mengandung magnesium, kalsium, zat besi, dan kalium, juga mengandung mineral esensial seperti tembaga dan mangan. Blackstrap molasses menawarkan rasa bittersweet yang khas dan indeks glikemik yang lebih rendah dibandingkan dengan gula biasa. Ini dapat menambahkan kelezatan pada minuman, marinade, saus, dan produk panggang.

    Mengganti gula dengan alternatif pemanis alami tidak hanya tentang menciptakan hidangan dan minuman yang lebih sehat, tetapi juga menjadikan proses konsumsi makanan lebih beragam dan menarik. Memilih alternatif pemanis yang sesuai dengan kebutuhan dan selera pribadi dapat memberikan manfaat kesehatan jangka panjang. Jadi, mari eksplorasi dunia pemanis alami yang lezat dan nikmati kelezatan tanpa mengecapi risiko kesehatan yang terkait dengan konsumsi gula berlebihan.